SHARE

10 dari 16 jenis beras yang ada di Indonesia mengandung Chlorine. Chlorine (kaporit) adalah bahan kimia yang paling sering digunakan membunuh bakteri yang cukup sederhana pada kolam renang, namun mengandung reaksi kimia. Chlorine juga merupakan zat pemutih pakaian yang tidak diperkenankan untuk dicampurkan kedalam makanan, dalam hal ini adalah beras.

Jika zat ini ada dalam beras maka efek chlorine/zat pemutih pakaian ini dampaknya terasa 15 tahun kemudian, yakni menimbulkan kerusakan pada Liver dan Ginjal dengan kandungan 20-90 ppm.

Untuk dapat menghindari mengkonsumsi beras yang berchlorine kita harus jeli dan teliti saat membeli beras. Yuk pelajari ciri-ciri beras yang mengandung chlorine dibawah ini:

  • Beras yang menggunakan Chlorine akan mengeluarkan bau tengik dan sedikit asam setelah masa penyimpanan beberapa hari.
  • Butiran beras yang mengandung chlorine tidak terlihat bening dan berwarna pekat.
  • Air cucian beras yang menggunakan Chlorine tidak keruh dan kotor. Pencucian minimal 3x menyisakan Chlorine sebesar 10 ppm.
  • Beras yang mengandung Chlorine dijual murah dan biasanya ditambahkan wewangian seperti wangi pandan.

Cara lain untuk mengetahui apakah beras mengandung Chlorine sangat mudah, yaitu ambil sedikit nasi, air mineral, dikocok sampai putih, tetesi dengan Kalium kromat dan perak nitrat. Hasil endapan akan membuat beras berwarna merah.

Nah, itulah beberapa ciri-ciri beras yang mengandung Chlorine. Semoga dapat bermanfaat 🙂

Sumber: HalalCorner

TIDAK ADA KOMENTAR

BERIKAN JAWABAN